Pemko Gelar Diskusi Re Design Medan Zoo

Nur Kennan Br Tarigan

- Redaksi

Sabtu, 14 Februari 2026 - 13:04 WIB

50170 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan – Nasionaldetik.net

Harapan baru mulai bersemi dari ruang rapat Balai Kota Medan. Setelah sekian lama menjadi perbincangan publik, Medan Zoo kini benar-benar memasuki babak perubahan. Jumat (13/2/2026), Pemko Medan menggelar diskusi Re-Design Medan Zoo, menandai keseriusan untuk merombak wajah kebun binatang tersebut secara menyeluruh.

Diskusi yang berlangsung di Ruang Rapat III Balai Kota Medan itu dipimpin langsung Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, bersama Ketua Umum Dewan Pengurus Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI) Rahmat Shah. Hadir pula para pengurus PKBSI, tim perancang, serta perangkat daerah terkait. Pertemuan tersebut menjadi ruang bertemunya gagasan, kritik, dan harapan untuk masa depan Medan Zoo.

Dalam diskusi tersebut, Rico Waas menyampaikan bahwa Medan Zoo bukan sekadar fasilitas rekreasi, melainkan aset strategis yang menyimpan tanggung jawab besar. “Medan Zoo ini aset kita. Sudah lama masyarakat menunggu pembenahan yang serius, bagaimana kebun binatang ini memberi manfaat nyata bagi warga dan tetap menjaga kelestarian alam. Soal nilai ekonomi ada, tapi itu bukan yang utama,” kata Rico Waas.

Orang nomor satu di Pemko Medan ini, tak menampik catatan kelam yang pernah melekat pada Medan Zoo, termasuk kritik keras hingga sorotan internasional. Namun bagi Rico Waas, kritik justru menjadi pijakan awal perubahan.

“Kita harus jujur dan terbuka. Kritik itu bukan untuk dihindari, tapi dijadikan energi untuk berbenah. Komitmen Pemko Medan jelas, perbaikan harus menyeluruh,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar pembangunan fisik, Rico Waas menekankan pentingnya pendekatan yang berlandaskan rasa dan empati. “Membangun Medan Zoo itu tidak bisa instan. Ini bukan hanya soal teknis dan anggaran. Yang kita rawat makhluk hidup, ada nyawa di dalamnya. Harus ada kecintaan pada alam, pada binatang, dan pada kemanusiaan,” paparnya mengingatkan bahwa proses dan tahapan menjadi kunci.

Karena itu, keterlibatan para ahli dinilai mutlak. Mulai dari pakar konservasi, pengelola kebun binatang profesional, hingga pihak yang memahami tata kelola bisnis secara proporsional. Rico Waas menegaskan, orientasi pengelolaan tidak boleh terbalik. “Pemerintah bukan berbisnis. Kalau pun ke depan ada kerja sama, alam tetap harus di depan, bisnis di belakang,” ujarnya.

Rico Waas mencontohkan pengembangan Taman Safari Indonesia yang dilakukan secara bertahap dan terukur. Dari sana, jelasnya, Pemko Medan ingin belajar bahwa membangun kawasan konservasi dan rekreasi membutuhkan kesabaran serta visi jangka panjang.

Dengan luas sekitar 30 hektare dan baru sepertiganya yang termanfaatkan, Medan Zoo menyimpan potensi besar. Kontur alam yang menarik serta vegetasi yang semakin matang membuka peluang pengembangan kawasan rekreasi terpadu, mulai dari ruang edukasi, area bermain anak, hingga zona ekonomi kreatif. Namun Rico Waas kembali menegaskan, pembenahan kondisi satwa dan fasilitas dasar harus menjadi prioritas sebelum segala bentuk promosi digencarkan.

Menutup arahannya, Rico Waas mengajak semua pihak bekerja dengan semangat kolaborasi dan keterbukaan. “Ini bukan keputusan sepihak. Semua masukan akan kita mediasi. Tujuan utamanya satu yakni Medan Zoo bermanfaat untuk masyarakat dan alam tetap terjaga,” ucapnya.

Sementara itu, Rahmat Shah menyatakan kesiapan PKBSI mendukung penuh langkah Pemko Medan. “Kami akan all out support. Medan sebagai kota terbesar di Sumatera sangat layak memiliki kebun binatang yang representatif dan membanggakan,” ujar Rahmat Shah menutup diskusi dengan nada optimistis.

Ardiansyah Ginting .
Editor: Nur Kennan Tarigan .

Berita Terkait

Prapid Dikabulkan, Penetapan Tersangka Dhody Thahir Dinyatakan Tidak Sah
Wujud Nyata “Polisi Bersama Masyarakat”, Polres Sergai Lakukan Bedah Rumah Seorang Bilal Mayat di Perbaungan
Razia Narkoba di Pekanbaru, Dua Pria Diamankan Positif Metamfetamin
Bapas Kelas I Medan Gelar Sidang TPP Bahas 96 Usulan Litmas Integrasi dan Peradilan Anak
​Antusiasme Tak Surut, Dapur Umum DPC GRIB Jaya Medan Terus Dibanjiri Warga Penerima Manfaat
Hari Ini di TVRI Sumut: Dr. Andi & Dr. Tarmidi Kupas Tuntas Cara Melindungi Anak dari Kekerasan
Tantangan Jurnalisme Online di Era Digital : Regulasi, Keberanian Bersuara, dan Integritas Pers
Gedung Sekolah Direvitalisasi, SDN 05 Pekayon dan SMPN 91 Jakarta Kini Lebih Nyaman untuk Belajar

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 03:38 WIB

Perkuat Peran Jaksa dalam Eksekusi Pidana, Kejari Karo Ikuti FGD Penguatan Dominus Litis Secara Virtual

Rabu, 21 Oktober 2026 - 03:27 WIB

Pemerintah Kabupaten Karo Raih Penghargaan Predikat “INFORMATIF” pada KI Sumut Award 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 03:11 WIB

Bupati Karo dan Kajari Perkuat Sinergi Pendidikan Melalui Program Jaksa Sahabat Pendidik

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Ringankan Beban Sesama, Kapolsek dan Bhayangkari Tigabinanga Berikan Bantuan kepada Warga Penderita Stroke

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:48 WIB

Sambut Hari Jadi Humas Polri ke-75, Humas Polres Karo Gelar Donor Darah, 17 Kantong Darah Berhasil Dikumpulkan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:38 WIB

SAT BINMAS POLRES KARO DORONG PENINGKATAN KETERAMPILAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM POLISI PEDULI PENGANGGURAN

Selasa, 20 Oktober 2026 - 01:50 WIB

Tingkatkan Kemandirian Ekonomi Organisasi, Kejari Karo Siap Sukseskan Pembentukan Koperasi Pemasaran Insan Adhyaksa

Sabtu, 12 September 2026 - 16:29 WIB

RUTAN KABANJAHE MENERIMA KUNJUNGAN GBKP KOMISI PENANGGULANGAN HIV/AIDS DAN NAPZA KABANJAHE

Berita Terbaru