Jalan Aspal BKKD Desa Ngampal Bojonegoro Retak dan Berlubang, Diduga Kualitas Pondasi Bermasalah

Nur Kennan Br Tarigan

- Redaksi

Jumat, 27 Februari 2026 - 13:43 WIB

50126 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, Nasionaldetik.com

– Proyek peningkatan jalan desa di Desa Ngampal, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menuai sorotan publik.

Jalan aspal yang baru sekitar satu bulan rampung dikerjakan melalui program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun Anggaran 2025 dilaporkan sudah mengalami kerusakan di sejumlah titik.

Menindaklanjuti keluhan warga, tim dari Inspektorat Kabupaten Bojonegoro bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga serta Camat Sumberrejo turun langsung ke lokasi pada Kamis (26/2/2026) untuk melakukan monitoring dan pengecekan fisik pekerjaan.

Sekretaris Inspektorat Bojonegoro, Didit Sugiarto, menjelaskan bahwa pihaknya segera merespons laporan masyarakat terkait kondisi jalan yang dinilai tidak wajar karena kerusakan terjadi dalam waktu sangat singkat setelah proyek dinyatakan selesai.

“Kami menurunkan tim bersama teknis dari PU Bina Marga untuk mengecek langsung kondisi fisik pekerjaan yang bersumber dari dana BKKD tersebut. Informasi yang kami terima menyebutkan jalan sudah mengalami kerusakan, padahal baru saja selesai dikerjakan,” ujar Didit.

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, jalan sepanjang kurang lebih 1.180 meter yang menjadi akses penghubung antar-dusun itu tak lagi mulus.

Di beberapa titik tampak bekas tambalan aspal, sementara kerusakan paling parah terlihat pada ruas sekitar 50 meter.

Aspal terlihat ambles dan berlubang. Bahkan, agregat batu di bawah lapisan aspal muncul ke permukaan.

Kondisi ini memicu kekhawatiran warga karena jalan tersebut merupakan akses vital untuk aktivitas sehari-hari, termasuk mobilitas pertanian dan distribusi hasil panen.

Proyek tersebut diketahui bersumber dari program BKKD Tahun Anggaran 2025 dengan nilai anggaran sekitar Rp2 miliar.

Program ini merupakan skema bantuan keuangan dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kepada pemerintah desa guna mendukung pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.

Didit menambahkan, hasil pemeriksaan sementara masih menunggu laporan lengkap dari tim yang hingga kini masih berada di lokasi untuk melakukan evaluasi teknis lebih mendalam.

Sementara itu, Kepala Desa Ngampal, Budiono, membenarkan adanya monitoring dari Inspektorat dan Dinas PU Bina Marga.

Dari pengecekan awal, ditemukan sejumlah kerusakan pada badan jalan yang baru selesai dibangun tersebut.

“Untuk bagian yang rusak, sesuai arahan tim tadi akan dilakukan pengerukan dan pembongkaran total, lalu diperbaiki kembali,” jelas Budiono.

Ia mengungkapkan dugaan sementara penyebab kerusakan berasal dari kualitas bahan pondasi yang kurang baik. Nilai proyek tersebut, menurutnya, sekitar Rp1,8 miliar.

“Diduga karena kualitas biscos atau bahan pondasinya kurang bagus,” katanya.

Budiono memastikan pihak pelaksana kegiatan atau kontraktor telah menyatakan kesanggupan untuk melakukan perbaikan sesuai rekomendasi hasil monitoring.

“Kontraktor menyanggupi untuk segera melakukan perbaikan dalam waktu dekat,” pungkasnya.

Kasus ini pun menjadi perhatian publik, mengingat proyek infrastruktur desa dengan anggaran miliaran rupiah seharusnya memiliki kualitas yang mampu bertahan dalam jangka panjang, bukan justru rusak dalam hitungan minggu.
Sumber:Redho

(Nur Kennan Tarigan)

Berita Terkait

Musrenbangdes Bakauheni: Prestasi HELAU Jadi Motivasi Tingkatkan Pembangunan
Letkol CPM Hanri Wira Kusuma Sapa Masyarakat: Tebarkan Pesan Inspiratif tentang Arti Kebahagiaan dan Rasa Syukur
PTSL TENAJAR DISOROT, RP500 RIBU PER BIDANG?
KSKP Bakauheni Terima Korban Lompat ke Laut, Dedi Rustana Ditemukan Selamat
Bhayangkari Peduli Sesama, Hadirkan Dukungan bagi Warga Terdampak Kebakaran
Satukan Misi Membangun Desa, Pemdes Bakauheni Rangkul BUMDes, Ormas dan Tokoh Adat
TNI Perkuat Peran di Wilayah, Kawal Program Pemerintah hingga ke Masyarakat
ASDP Perketat Akses Pelabuhan Bakauheni, Identifikasi Orang dan Kendaraan Diperkuat

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:51 WIB

Wujud Nyata “Polisi Bersama Masyarakat”, Polres Sergai Lakukan Bedah Rumah Seorang Bilal Mayat di Perbaungan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 05:16 WIB

Razia Narkoba di Pekanbaru, Dua Pria Diamankan Positif Metamfetamin

Selasa, 13 Oktober 2026 - 04:02 WIB

Bapas Kelas I Medan Gelar Sidang TPP Bahas 96 Usulan Litmas Integrasi dan Peradilan Anak

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:30 WIB

​Antusiasme Tak Surut, Dapur Umum DPC GRIB Jaya Medan Terus Dibanjiri Warga Penerima Manfaat

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:12 WIB

Hari Ini di TVRI Sumut: Dr. Andi & Dr. Tarmidi Kupas Tuntas Cara Melindungi Anak dari Kekerasan

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Tantangan Jurnalisme Online di Era Digital : Regulasi, Keberanian Bersuara, dan Integritas Pers

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Gedung Sekolah Direvitalisasi, SDN 05 Pekayon dan SMPN 91 Jakarta Kini Lebih Nyaman untuk Belajar

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:15 WIB

Mengalirkan Keberkahan di Masjid Jamik Kebun Bunga: Kebaikan Abel, Reza, dan Fadhil Hidupkan Tradisi Buka Puasa Sunnah

Berita Terbaru