Ketika Pasir dan Semen Ketemu TNI Polri,Perekatnya di Pasar Rawa

REDAKSI MEDAN

- Redaksi

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:39 WIB

5022 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LANGKAT| Sebuah jembatan beton berkelir putih bersih kini membentang kokoh di atas kanal berair payau Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat.

Di bawah langit pesisir yang dipayungi awan berarak, infrastruktur vital itu berdiri tegak, memutus riwayat isolasi geografis dusun yang bertahun-tahun tercekik kendala transportasi.

Proyek fisik program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0203/Langkat ini resmi dinyatakan rampung dan kini memasuki fase penyelesaian akhir (finishing).

​Namun, sepotong beton masif yang melintasi kanal sunyi itu tidak lahir begitu saja dari kalkulasi angka di atas kertas blueprint.

Ratusan meter sebelum jembatan itu selesai dicor, “fondasi” sesungguhnya justru dirajut di bawah atap seng gelombang sebuah warung kelontong sederhana milik warga dusun.

​Di sana, di atas meja kayu loak yang permukaannya mulai legam oleh usia, sekat antara baju dinas loreng TNI dan pakaian sipil luruh tanpa sisa.

Tiga prajurit berpangkat bintara dan tamtama duduk berhimpitan di bangku kayu bersama para tetua dusun.

Tidak ada laras panjang yang disandang, tidak ada gestur kaku aparat.

Diskusi mengalir cair di antara cangkir kopi, membahas detail pengerjaan, pelibatan tenaga lokal, hingga pemastian batas tanah agar tidak meninggalkan residu sengketa di kemudian hari.

​Meruntuhkan Menara Gading Pembangunan

​Pilihan memindahkan pos komando ke kedai kelontong pinggir jalan ini adalah sebuah strategi sosiologis yang matang.

Sejarah pembangunan di tingkat akar rumput mencatat drama yang sama: proyek fisik yang turun secara instruktif dari atas (top-down) sering kali berakhir menjadi monumen mati yang asing bagi warga karena minimnya keterlibatan emosional masyarakat setempat.

​Sadar akan jebakan tersebut, Satgas TMMD memilih jalan dialektika.

Di meja warung itu pula, kekhawatiran warga soal dampak alat berat terhadap lingkungan sekitar diredam sejak dini lewat penjelasan yang jujur dan persuasif dari para prajurit muda.

​”Pembangunan jembatan dan akses jalan ini adalah kebutuhan mendesak masyarakat Pasar Rawa. Melalui komunikasi sosial yang rutin di warung-warung warga, kami memastikan tidak ada sumbatan informasi. Ketika warga merasa memiliki proyek ini, mereka dengan sukarela ikut menyumbang tenaga,” ujar Pasiter Kodim 0203/Langkat, Kapten Inf Supriadi, mengonfirmasi metode pasukannya di lapangan, Minggu (17/5/2026).

​Urat Nadi di Atas Lahan Labil

​Karakteristik fisik jembatan baru ini memiliki struktur pembatas yang kokoh dengan sayap jembatan penahan tanah di kedua ujungnya.

Fondasi bawahnya telah diperkuat secara khusus guna mengantisipasi kontur tanah rawa pesisir Gebang yang dikenal labil dan rawan amblas.

​Kini, setelah berminggu-minggu berteman deru mesin gilas dan cangkul gotong royong, akses penghubung tersebut tinggal menyisakan perapian kecil di bahu jalan pendekat (oprit) yang masih berupa kerikil padat.

​Dansatgas TMMD 128, Letkol Inf Medwin Sangkakala, menegaskan bahwa aliran air di bawah jembatan baru itu kini menjadi saksi kemanunggalan yang riil. Pembangunan tidak lagi terasa seperti titah kaku dari menara gading kekuasaan, melainkan sebuah kerja kolektif yang intim.

​Ketika sore mulai beranjak di Desa Pasar Rawa, jembatan beton yang berdiri anggun di antara rimbun pohon kelapa sawit dan pisang itu bersiap untuk diserahkan kepada publik.

Di sinilah rahasia arsitektur TMMD terungkap: bahwa pasir dan semen pada akhirnya telah menemukan perekat terbaiknya, yakni kepercayaan dan rasa memiliki yang tumbuh dari hati masyarakat sendiri.(Red)

Berita Terkait

Rekanan Mitra PT. Agrinas Palma Nusantara Berikan Penjelasan Regulasi SOP Pelaksana Agar Masyarakat Paham dan Tidak Diadu Domba
Masih Banyak Sampah Berserakan Di Lingkungan Masyarakat Batanghari 
Dipimpin Dede Hadade Lubis, SATMA PC GM FKPPI 0201/Medan Khidmat Ikuti Ziarah HUT ke-48 di TMP Bukit Barisan
Jurnalis Jambi Gelar Doa Untuk Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda
IKATAN JURNALIS TELEVISI INDONESIA (IJTI)* 
Kurangnya Mematuhi Kebersihan Masih Ada Tumpukan Sampah Di Depan  Dinas Kesehatan Batanghari 
Tangkap Terduga Pencuri Sawit, Kuasa Hukum Pertanyakan Cium Kejanggalan Penetapan Tersangka 3 Security 

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:51 WIB

Wujud Nyata “Polisi Bersama Masyarakat”, Polres Sergai Lakukan Bedah Rumah Seorang Bilal Mayat di Perbaungan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 05:16 WIB

Razia Narkoba di Pekanbaru, Dua Pria Diamankan Positif Metamfetamin

Selasa, 13 Oktober 2026 - 04:02 WIB

Bapas Kelas I Medan Gelar Sidang TPP Bahas 96 Usulan Litmas Integrasi dan Peradilan Anak

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:30 WIB

​Antusiasme Tak Surut, Dapur Umum DPC GRIB Jaya Medan Terus Dibanjiri Warga Penerima Manfaat

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:12 WIB

Hari Ini di TVRI Sumut: Dr. Andi & Dr. Tarmidi Kupas Tuntas Cara Melindungi Anak dari Kekerasan

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Tantangan Jurnalisme Online di Era Digital : Regulasi, Keberanian Bersuara, dan Integritas Pers

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Gedung Sekolah Direvitalisasi, SDN 05 Pekayon dan SMPN 91 Jakarta Kini Lebih Nyaman untuk Belajar

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:15 WIB

Mengalirkan Keberkahan di Masjid Jamik Kebun Bunga: Kebaikan Abel, Reza, dan Fadhil Hidupkan Tradisi Buka Puasa Sunnah

Berita Terbaru