DI UJUNG LUMPUR MANGROVE, TNI MENYALAKAN HARAPAN INDONESIA

REDAKSI MEDAN

- Redaksi

Kamis, 21 Mei 2026 - 04:24 WIB

5020 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Catatan : RYAN SINAGA

Langit di pesisir Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, tak pernah benar-benar sunyi. Di pagi hari, suara burung-burung rawa bersahutan di sela akar mangrove yang dulu nyaris hilang. Angin asin dari laut membawa aroma lumpur dan harapan. Namun, bertahun-tahun lalu, desa itu pernah berada di titik paling getir dalam sejarahnya.

Tahun 2004 menjadi luka yang belum mudah dilupakan warga. Hutan mangrove dirambah. Pohon-pohon ditebang demi bisnis arang. Alam rusak, abrasi datang perlahan, penghasilan nelayan merosot, dan jalan-jalan desa berubah menjadi kubangan panjang yang seolah memisahkan warga dari masa depan.

Anak-anak pergi sekolah dengan kaki berlumur lumpur. Ibu-ibu memikul air bersih dari tempat jauh. Ketika hujan turun, jalan desa seperti hilang ditelan rawa.

“Dulu kami merasa seperti hidup di tempat yang dilupakan,” ujar seorang warga pelan.

Tetapi sejarah selalu memberi ruang bagi harapan untuk kembali tumbuh.

Dan harapan itu datang bersama langkah-langkah sepatu loreng TNI.

Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun 2026, Kodim 0203/Langkat hadir bukan hanya membawa alat berat dan material pembangunan, melainkan juga membawa keyakinan bahwa negara tidak pernah meninggalkan rakyatnya.

Di bawah kepemimpinan Pangdam I/Bukit Barisan, Mayor Jenderal TNI Hendy Antariksa, semangat pengabdian itu terasa hidup hingga ke pelosok pesisir Langkat.

Sosok Pangdam tidak hanya dipandang sebagai pemimpin militer, tetapi juga sebagai figur yang menanamkan nilai bahwa kekuatan TNI sejatinya lahir dari kedekatannya dengan rakyat.

Di tangan kepemimpinan yang humanis dan membumi itulah, prajurit-prajurit Kodam I/Bukit Barisan bergerak dengan hati, menjadikan setiap tetes keringat di medan pengabdian sebagai kehormatan untuk negeri.

Di bawah terik matahari pesisir, prajurit TNI memanggul kayu, mencangkul tanah, menembus lumpur, dan bekerja bersama warga. Tidak ada jarak antara tentara dan rakyat. Mereka makan di rumah warga, minum dari gelas yang sama, tertawa bersama anak-anak desa, bahkan tidur dengan tubuh penuh debu demi menyelesaikan pembangunan.

Di Desa Pasar Rawa dan Kelantan Luar, TMMD bukan sekadar program pembangunan. Ia menjelma menjadi denyut kehidupan baru.

Jalan sepanjang 1.500 meter yang dahulu nyaris tak bisa dilalui kini mulai terbuka, menghubungkan dusun-dusun yang selama ini terisolasi. Parit dibersihkan agar banjir tak lagi menjadi ancaman. Jembatan dibangun agar anak-anak tidak lagi mempertaruhkan nyawa saat pergi belajar.

Yang paling menggetarkan hati justru ketika prajurit-prajurit itu masuk ke rumah-rumah reyot warga.

Rumah milik Ibu Rida Wahyuni Rao, yang sebelumnya nyaris roboh diterpa angin laut, kini mulai berdiri dengan dinding yang kokoh. Begitu pula rumah Miswandi, Irwansyah, Juraida, hingga Suzana. Rumah-rumah yang selama bertahun-tahun menjadi saksi kemiskinan, kini perlahan berubah menjadi tempat yang layak untuk bermimpi.

Di mata para prajurit itu, membangun rumah warga bukan hanya soal semen dan kayu. Itu tentang menjaga martabat manusia.

Di sudut lain desa, sumur bor mulai mengalirkan air bersih. Sesuatu yang mungkin tampak biasa bagi banyak orang, tetapi bagi warga pesisir Pasar Rawa, air bersih adalah kemewahan yang dulu harus diperjuangkan dengan berjalan jauh.

Kini, anak-anak tak lagi harus mandi dengan air keruh. Para ibu tak perlu lagi memikul jeriken dalam perjalanan panjang.

Air bersih itu mengalir bersama rasa syukur.

Namun pengabdian TNI di TMMD tidak berhenti pada pembangunan fisik.

Para prajurit juga hadir membawa wawasan kebangsaan, penyuluhan bela negara, sosialisasi bahaya narkoba, kesehatan, hingga ketahanan pangan. Mereka mengajarkan bahwa membangun bangsa bukan hanya dengan beton, tetapi juga dengan membangun manusia.

Di tengah derasnya ancaman narkoba dan pudarnya semangat kebangsaan di banyak tempat, TMMD menjadi bukti bahwa TNI tetap berdiri di garda depan menjaga masa depan generasi bangsa.

Program tambahan seperti ketahanan pangan dan pemberian makanan tambahan bagi penderita stunting menunjukkan bahwa TNI memahami satu hal penting: menjaga negara dimulai dari menjaga rakyat tetap sehat dan kuat.

Apa yang dilakukan Kodim 0203/Langkat sejatinya adalah implementasi nyata Operasi Militer Selain Perang (OMSP), sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. Tetapi di mata masyarakat kecil di pesisir Langkat, semua itu jauh lebih sederhana.

Bagi mereka, TNI adalah tangan yang datang ketika kesulitan tak lagi mampu dipikul sendiri.

Dan di balik semangat itu, masyarakat melihat satu pesan kuat yang terus hidup di jajaran Kodam I/Bukit Barisan: bahwa seorang prajurit tidak cukup hanya kuat memegang senjata, tetapi juga harus kuat memegang amanah rakyat. Nilai itulah yang terus tercermin dalam kepemimpinan Mayjen TNI Hendy Antariksa, yang menjadikan pengabdian kepada rakyat sebagai kehormatan tertinggi seorang tentara.

Di Desa Pasar Rawa, ada pelajaran besar tentang Indonesia.

Tentang bagaimana sebuah desa yang pernah hancur akibat kerusakan lingkungan bisa bangkit melalui kesadaran masyarakat menjaga mangrove. Tentang bagaimana warga dan TNI berjalan berdampingan membangun kembali kehidupan. Tentang bagaimana akar-akar mangrove yang dulu nyaris mati kini tumbuh bersama harapan baru.

TMMD ke-128 bukan sekadar catatan program tahunan.

Ia adalah cerita tentang pengabdian.
Tentang tentara yang rela berkubang lumpur demi senyum rakyat.

Tentang negara yang hadir sampai ke ujung pesisir.

Dan tentang Indonesia yang sesungguhnya: kuat karena persatuan antara TNI dan rakyatnya.

Ketika senja turun di Pasar Rawa, anak-anak kini bermain di jalan yang mulai mengeras. Para nelayan pulang dengan wajah lebih optimistis. Di kejauhan, bendera Merah Putih berkibar pelan di antara mangrove yang kembali hijau.

Di sanalah, di ujung lumpur pesisir Langkat, TNI tidak hanya membangun jalan dan rumah.

TNI sedang membangun harapan Indonesia.(***)

Berita Terkait

Prapid Dikabulkan, Penetapan Tersangka Dhody Thahir Dinyatakan Tidak Sah
Wujud Nyata “Polisi Bersama Masyarakat”, Polres Sergai Lakukan Bedah Rumah Seorang Bilal Mayat di Perbaungan
Razia Narkoba di Pekanbaru, Dua Pria Diamankan Positif Metamfetamin
Bapas Kelas I Medan Gelar Sidang TPP Bahas 96 Usulan Litmas Integrasi dan Peradilan Anak
​Antusiasme Tak Surut, Dapur Umum DPC GRIB Jaya Medan Terus Dibanjiri Warga Penerima Manfaat
Hari Ini di TVRI Sumut: Dr. Andi & Dr. Tarmidi Kupas Tuntas Cara Melindungi Anak dari Kekerasan
Tantangan Jurnalisme Online di Era Digital : Regulasi, Keberanian Bersuara, dan Integritas Pers
Gedung Sekolah Direvitalisasi, SDN 05 Pekayon dan SMPN 91 Jakarta Kini Lebih Nyaman untuk Belajar

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:51 WIB

Wujud Nyata “Polisi Bersama Masyarakat”, Polres Sergai Lakukan Bedah Rumah Seorang Bilal Mayat di Perbaungan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 05:16 WIB

Razia Narkoba di Pekanbaru, Dua Pria Diamankan Positif Metamfetamin

Selasa, 13 Oktober 2026 - 04:02 WIB

Bapas Kelas I Medan Gelar Sidang TPP Bahas 96 Usulan Litmas Integrasi dan Peradilan Anak

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:30 WIB

​Antusiasme Tak Surut, Dapur Umum DPC GRIB Jaya Medan Terus Dibanjiri Warga Penerima Manfaat

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:12 WIB

Hari Ini di TVRI Sumut: Dr. Andi & Dr. Tarmidi Kupas Tuntas Cara Melindungi Anak dari Kekerasan

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Tantangan Jurnalisme Online di Era Digital : Regulasi, Keberanian Bersuara, dan Integritas Pers

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Gedung Sekolah Direvitalisasi, SDN 05 Pekayon dan SMPN 91 Jakarta Kini Lebih Nyaman untuk Belajar

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:15 WIB

Mengalirkan Keberkahan di Masjid Jamik Kebun Bunga: Kebaikan Abel, Reza, dan Fadhil Hidupkan Tradisi Buka Puasa Sunnah

Berita Terbaru