Tingkatkan Wawasan Global, Pesantren Bina Insan Mulia Berangkatkan 17 Santri ke New Zealand

REDAKSI NASIONAL DETIK

- Redaksi

Rabu, 27 Mei 2026 - 15:14 WIB

5018 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cirebon, – NasionalDetik.Com –
Pesantren VIP Bina Insan Mulia 2 memberangkatkan 17 santri untuk mengikuti Program Student Immersion ke New Zealand selama 10 hari, mulai Jumat (15/5/2026) hingga Senin (26/5/2026).

Program tersebut menempatkan santri dalam ekosistem yang berbeda dari keseharian mereka dengan tujuan memperluas wawasan global serta kesiapan para santri untuk berkontribusi hingga tingkat internasional.

Sebagai pesantren terbesar di Jawa Barat (Jabar) dengan total 5.000 santri, Pesantren Bina Insan Mulia setiap tahunnya memberangkatkan ratusan santri ke berbagai negara, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, China, Rusia, Turki, Perancis, Jerman, Italia, Belanda, dan negara Eropa lain.

Melalui program Student Immersion, para santri dibekali pengalaman belajar di kelas, di panggung, kolaborasi, dan observasi untuk memperkuat karakter mereka.

Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia, KH.Imam Jazuli menjelaskan bahwa pemilihan New Zealand sebagai negara tujuan didasarkan pada reputasi sistem pendidikannya yang berkualitas tinggi dan diakui secara internasional.

“Pembelajaran di sana menekankan pengembangan berpikir kritis, kemandirian, kolaborasi, serta pembelajaran berbasis pengalaman, sehingga peserta mendapatkan nilai tambah yang signifikan,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (27/5/2026).

Selain reputasi, agenda yang disepakati selama di New Zealand juga sejalan dengan komitmen Bina Insan Mulia, yakni memastikan proses pembelajaran berdampak nyata.

Kiai Imam menambahkan, para santri yang mengikuti program Student Immersion juga berperan sebagai duta budaya Indonesia di luar negeri. Mereka merepresentasikan Indonesia dari berbagai aspek dan menampilkan tarian seni budaya di panggung dunia.

*Rangkaian kegiatan di New Zealand*

Untuk mencapai target pembelajaran yang berdampak nyata, para santri Bina Insan Mulia di New Zealand memiliki jadwal kegiatan yang padat dan terukur.

Sebelum memasuki lingkungan sekolah formal, para santri diajak menjelajahi wilayah Tauranga yang dikenal sebagai salah satu pusat kebudayaan di Negeri Kiwi.

Perjalanan dilanjutkan dengan mengunjungi Papamoa, kawasan pantai terpadu yang ramah bagi pelajar internasional sekaligus tempat tinggal komunitas budaya lokal Māori.

Edukasi wisata kemudian berlanjut ke Mount Maunganui untuk mengobservasi perpaduan keunikan geologis gunung vulkanik dan kawasan pantai surfing.

Setelah mengenal pusat budaya dan wisata populer di New Zealand, pertukaran pelajar secara resmi dimulai di Whakatāne High School.

Kegiatan pembelajaran dibuka dengan sesi tukar wawasan. Pihak sekolah memaparkan kebudayaan New Zealand, sedangkan perwakilan Bina Insan Mulia mempresentasikan budaya Indonesia, diikuti dengan penampilan seni dan diskusi kebudayaan interaktif dari kedua belah pihak.

Selanjutnya, Whakatāne High School memberikan kebebasan penuh bagi para santri untuk melebur dalam kegiatan belajar mengajar reguler bersama siswa lokal.

Para santri memilih kelas sesuai minat masing-masing, mulai dari kelas bahasa, matematika, seni, hingga teknologi. Menariknya, program ini juga menyediakan sesi khusus dengan para santri bertindak sebagai pengajar budaya bagi pelajar New Zealand.

Kepala SMPU Bina Insan Mulia selaku pendamping para santri, Afifah mengatakan bahwa pembelajaran di New Zealand lebih difokuskan pada praktik dan pengembangan life skills. Bahkan, terdapat mata pelajaran yang fokus membuat bangunan rumah dan dapat dijual.

Setelah menyelesaikan agenda di Whakatāne High School, rombongan santri Bina Insan Mulia melanjutkan perjalanan dengan menjelajahi wisata alam dan sosial untuk membangun interaksi dengan penduduk lokal.

*Kesan dari pengajar dan pelajar New Zealand*

Director of International Student Whakatāne High School, Deelan Manning mengapresiasi kunjungan para santri Bina Insan Mulia.

“Siswa dari Pesantren Bina Insan Mulia sangat cepat beradaptasi di lingkungan sekolah kami. Mereka ramah, aktif bertanya, dan mudah berbaur dengan siswa lokal,” ungkapnya.

Sementara itu, pelajar dari Whakatāne High School, Ezra, mengaku senang dapat menambah teman dari Indonesia.

“Saya senang bisa kenal teman-teman dari Indonesia karena mereka friendly banget dan seru diajak ngobrol. Mereka juga cepat akrab sama banyak siswa di sekolah,” tuturnya.

Kesan serupa juga disampaikan Melisa, pelajar kelas akhir di Whakatāne High School. Baginya, momentum saat santri bercerita tentang budaya Indonesia dan membagikan souvenir merupakan hal yang sangat berkesan.

(Red)

Berita Terkait

Musrenbangdes Bakauheni: Prestasi HELAU Jadi Motivasi Tingkatkan Pembangunan
Letkol CPM Hanri Wira Kusuma Sapa Masyarakat: Tebarkan Pesan Inspiratif tentang Arti Kebahagiaan dan Rasa Syukur
PTSL TENAJAR DISOROT, RP500 RIBU PER BIDANG?
KSKP Bakauheni Terima Korban Lompat ke Laut, Dedi Rustana Ditemukan Selamat
Bhayangkari Peduli Sesama, Hadirkan Dukungan bagi Warga Terdampak Kebakaran
Satukan Misi Membangun Desa, Pemdes Bakauheni Rangkul BUMDes, Ormas dan Tokoh Adat
TNI Perkuat Peran di Wilayah, Kawal Program Pemerintah hingga ke Masyarakat
ASDP Perketat Akses Pelabuhan Bakauheni, Identifikasi Orang dan Kendaraan Diperkuat

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:51 WIB

Wujud Nyata “Polisi Bersama Masyarakat”, Polres Sergai Lakukan Bedah Rumah Seorang Bilal Mayat di Perbaungan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 05:16 WIB

Razia Narkoba di Pekanbaru, Dua Pria Diamankan Positif Metamfetamin

Selasa, 13 Oktober 2026 - 04:02 WIB

Bapas Kelas I Medan Gelar Sidang TPP Bahas 96 Usulan Litmas Integrasi dan Peradilan Anak

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:30 WIB

​Antusiasme Tak Surut, Dapur Umum DPC GRIB Jaya Medan Terus Dibanjiri Warga Penerima Manfaat

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:12 WIB

Hari Ini di TVRI Sumut: Dr. Andi & Dr. Tarmidi Kupas Tuntas Cara Melindungi Anak dari Kekerasan

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Tantangan Jurnalisme Online di Era Digital : Regulasi, Keberanian Bersuara, dan Integritas Pers

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Gedung Sekolah Direvitalisasi, SDN 05 Pekayon dan SMPN 91 Jakarta Kini Lebih Nyaman untuk Belajar

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:15 WIB

Mengalirkan Keberkahan di Masjid Jamik Kebun Bunga: Kebaikan Abel, Reza, dan Fadhil Hidupkan Tradisi Buka Puasa Sunnah

Berita Terbaru