MENANTI NYALI PPA POLRES BANYUMAS: Aktivis Bumiayu Desak Penangkapan Segera Predator Pemerkosaan!

REDAKSI NASIONAL DETIK

- Redaksi

Rabu, 10 Juni 2026 - 02:21 WIB

5022 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com –10 Juni 2026 Lambannya penanganan kasus kekerasan seksual kembali memicu sorotan tajam dari elemen masyarakat sipil.

Kali ini, komitmen Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Banyumas dalam menuntaskan kasus dugaan pemerkosaan diuji. Publik, khususnya para aktivis kemanusiaan dari Bumiayu, kini berada dalam posisi menanti: apakah hukum akan tegak lurus membela korban, atau justru membiarkan predator berkeliaran bebas tanpa tersentuh?
Dua tokoh pergerakan, Ki Edan Sabdo dan Ki Joko Getar Jagat, secara lantang menyuarakan tuntutan agar pihak kepolisian tidak mengulur waktu dan segera mengambil tindakan represif yang nyata.

Terjadi dugaan tindak pidana pemerkosaan yang memicu desakan moral dan tuntutan penegakan hukum dari para aktivis Bumiayu. Mereka menuntut Unit PPA Polres Banyumas untuk segera menuntaskan penyelidikan dan melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku (predator) yang dinilai telah merenggut masa depan korban serta mencederai rasa keadilan di masyarakat.

Korban: Seorang perempuan yang kini mengalami trauma mendalam akibat tindakan keji pelaku (identitas dilindungi).

Terduga Pelaku: Sosok “predator” pemerkosaan yang hingga kini dilaporkan belum ditangkap dan ditahan.

Pihak yang Mendesak: Aliansi Aktivis Bumiayu, yang diwakili secara vokal oleh tokoh masyarakat Ki Edan Sabdo dan Ki Joko Getar Jagat.

Pihak yang Bertanggung Jawab Secara Hukum: Unit PPA Satreskrim Polres Banyumas selaku aparat penegak hukum (APH) yang menangani perkara ini.

Kasus pidana ini dilaporkan dan ditangani di wilayah hukum **Polres Banyumas**, Jawa Tengah. Desakan moral ini disuarakan secara masif oleh para aktivis dari kawasan Bumiayu yang mengawal ketat jalannya supremasi hukum di wilayah tersebut.

Tuntutan dan desakan ini disuarakan secara intensif seiring dengan berjalannya proses penyelidikan yang dinilai berjalan di tempat. Publik menuntut agar penangkapan dilakukan secepatnya tanpa menunggu adanya eskalasi kemarahan sosial yang lebih besar.

Perlindungan Korban dan Keadilan:Pembiaran terhadap pelaku pemerkosaan bukan hanya memperpanjang trauma korban, melainkan juga menciptakan ancaman nyata bagi perempuan dan anak-anak lain di wilayah Banyumas.

Jika Unit PPA Polres Banyumas lamban atau terkesan ragu dalam mengeksekusi predator seksual, hal ini akan mempertegas stigma negatif di masyarakat bahwa penegakan hukum dalam kasus kekerasan seksual masih tebang pilih dan lemah.

Ki Edan Sabdo dan Ki Joko Getar Jagat menegaskan bahwa penegakan hukum tidak boleh mandek pada level formalitas administrasi atau sekadar penyelidikan normatif.

Tindakan Tegas: Polres Banyumas harus menunjukkan taji dan nyalinya dengan segera menjemput paksa terduga pelaku.

Transparansi:Pihak kepolisian dituntut membuka ruang informasi bagi publik mengenai sejauh mana perkembangan penyelidikan, sehingga tidak muncul kecurigaan adanya upaya pengondisian kasus di balik layar.

Hingga laporan limpahan polres brebes ini diturunkan, masyarakat dan jaringan aktivis Bumiayu masih terus memantau pergerakan Unit PPA Polres Banyumas. Kepercayaan publik taruhannya. Jika predator seksual ini tidak segera diringkus, gelombang desakan yang lebih besar dipastikan akan terus mengalir demi tegaknya keadilan bagi korban.

(Tim Investigasi Redaksi)

Berita Terkait

Akses Jalan yang Dinanti Warga Sibongkaras Mulai Terbuka, Ini Progres TMMD ke-130
Pantang Berhenti Sebelum Tuntas, Satgas TMMD ke-130 Genjot Pembukaan Jalan Sibongkaras
Di Balik Deru Alat Berat, Satgas TMMD ke-130 Berjuang Membuka Akses Sibongkaras
Rumah Paian Berutu Dipermak Satgas TMMD ke-130 Kodim 0206/Dairi, Progres Pembangunan Capai 70 Persen
Rumah Nenek Rukun Berutu Kini Berubah, Satgas TMMD ke-130 Wujudkan Harapan Hunian Layak
Dari Kayu Lapuk Menjadi Tembok Bata, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0206/Dairi Bangun Harapan Baru Ibu Temsi Berutu
Rumah Nenek Rukun Berutu Kini Berubah, Satgas TMMD ke-130 Wujudkan Harapan Hunian Layak
Dari Apel Pagi Menuju Sibongkaras, Satgas TMMD ke-130 Mantapkan Kesiapan Membangun Desa

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Akses Jalan yang Dinanti Warga Sibongkaras Mulai Terbuka, Ini Progres TMMD ke-130

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Pantang Berhenti Sebelum Tuntas, Satgas TMMD ke-130 Genjot Pembukaan Jalan Sibongkaras

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:08 WIB

Di Balik Deru Alat Berat, Satgas TMMD ke-130 Berjuang Membuka Akses Sibongkaras

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Rumah Paian Berutu Dipermak Satgas TMMD ke-130 Kodim 0206/Dairi, Progres Pembangunan Capai 70 Persen

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Rumah Nenek Rukun Berutu Kini Berubah, Satgas TMMD ke-130 Wujudkan Harapan Hunian Layak

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Rumah Nenek Rukun Berutu Kini Berubah, Satgas TMMD ke-130 Wujudkan Harapan Hunian Layak

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Dari Apel Pagi Menuju Sibongkaras, Satgas TMMD ke-130 Mantapkan Kesiapan Membangun Desa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:23 WIB

Rumahnya Mulai Dibongkar, Ibu Temsi Berutu Bersyukur atas Kepedulian Satgas TMMD Ke-130

Berita Terbaru