Lapas Sibolga Gandeng Pemkot dan Perguruan Tinggi Kembangkan Budidaya Ikan untuk Ketahanan Pangan

REDAKSI MEDAN

- Redaksi

Sabtu, 5 September 2026 - 06:04 WIB

5012 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIBOLGA, 5 September 2026 —

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sibolga terus mengembangkan program pembinaan kemandirian berbasis ketahanan pangan. Kali ini, Lapas Sibolga mendorong pengembangan budidaya ikan nila dan lele melalui kolaborasi dengan Dinas Perikanan, Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Sibolga serta Sekolah Tinggi Perikanan Sibolga.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pelaksanaan Pendampingan dan Pembinaan Kemandirian Ketahanan Pangan Perikanan Ikan Nila dan Lele Sistem Kolam Tanah.

PKS bersama Dinas Perikanan, Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Sibolga telah dilaksanakan pada 20 Agustus 2026. Sementara itu, kerja sama dengan Sekolah Tinggi Perikanan Sibolga dilaksanakan pada 3 September 2026.

Kerja sama lintas sektor ini menjadi langkah strategis Lapas Sibolga dalam memanfaatkan lahan kosong di lingkungan Lapas agar lebih produktif sekaligus memberikan keterampilan praktis kepada warga binaan.

Kepala Lapas Kelas IIA Sibolga, Tri Purnomo, mengatakan pengembangan budidaya perikanan merupakan bentuk nyata dukungan Lapas Sibolga terhadap program Asta Cita Presiden dan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya di bidang ketahanan pangan dan pengembangan sumber daya manusia.

“Kami ingin lahan yang ada di lingkungan Lapas tidak hanya menjadi ruang kosong, tetapi dapat dimanfaatkan secara produktif. Di sisi lain, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk mendapatkan keterampilan yang bisa menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujar Tri Purnomo.

Menurut Tri Purnomo, pembinaan kemandirian tidak cukup hanya memberikan kegiatan kepada warga binaan. Pembinaan harus mampu menghasilkan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman kerja yang memiliki nilai manfaat setelah mereka menyelesaikan masa pidana.

Karena itu, budidaya ikan nila dan lele akan diarahkan sebagai Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE). Warga binaan dilibatkan dalam proses budidaya dengan pendampingan teknis dari mitra, sehingga mereka dapat memahami tahapan pengelolaan perikanan secara langsung.

Mulai dari persiapan kolam, penebaran benih, pemberian pakan, pemeliharaan, pengelolaan kualitas air hingga proses panen menjadi bagian dari proses pembelajaran yang dapat membentuk keterampilan dan sikap kerja warga binaan.

“Harapannya, keterampilan yang diperoleh di Lapas nantinya dapat dikembangkan secara mandiri. Jadi, ketika kembali ke masyarakat, mereka memiliki pilihan untuk memanfaatkan keahlian tersebut sebagai salah satu sumber penghasilan,” jelasnya.

Keterlibatan pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam program ini juga menjadi nilai penting. Dukungan pemerintah daerah diharapkan memperkuat aspek pengembangan ketahanan pangan, sementara perguruan tinggi dapat memberikan pendampingan berbasis pengetahuan dan teknologi perikanan.

Ke depan, Lapas Sibolga berencana meningkatkan skala budidaya dengan menambah jumlah kolam ikan. Selain kolam tanah, kolam terpal juga akan dipertimbangkan sebagai alternatif untuk memperluas kapasitas produksi dengan menyesuaikan ketersediaan lahan.

Pengembangan tersebut diharapkan tidak berhenti pada aspek produksi. Lapas Sibolga juga membuka peluang agar hasil budidaya dapat dikelola secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari ekosistem pembinaan kemandirian yang memiliki nilai ekonomi.

Dengan demikian, lahan pemasyarakatan tidak hanya menjadi tempat pembinaan, tetapi juga dapat menjadi ruang produktif untuk menghasilkan pangan sekaligus mencetak sumber daya manusia yang memiliki keterampilan.

Melalui sinergi antara Lapas Sibolga, pemerintah daerah dan dunia pendidikan, program ini diharapkan mampu menghadirkan pembinaan yang semakin produktif, edukatif dan berkelanjutan.

Dari lahan yang sebelumnya kosong, Lapas Sibolga menanamkan keterampilan. Dari keterampilan, dibangun kemandirian. Dan dari kemandirian, dipersiapkan warga binaan untuk kembali memberikan manfaat bagi masyarakat. (Tim Humas Lasiga)

Berita Terkait

Prapid Dikabulkan, Penetapan Tersangka Dhody Thahir Dinyatakan Tidak Sah
Wujud Nyata “Polisi Bersama Masyarakat”, Polres Sergai Lakukan Bedah Rumah Seorang Bilal Mayat di Perbaungan
Razia Narkoba di Pekanbaru, Dua Pria Diamankan Positif Metamfetamin
Bapas Kelas I Medan Gelar Sidang TPP Bahas 96 Usulan Litmas Integrasi dan Peradilan Anak
​Antusiasme Tak Surut, Dapur Umum DPC GRIB Jaya Medan Terus Dibanjiri Warga Penerima Manfaat
Hari Ini di TVRI Sumut: Dr. Andi & Dr. Tarmidi Kupas Tuntas Cara Melindungi Anak dari Kekerasan
Tantangan Jurnalisme Online di Era Digital : Regulasi, Keberanian Bersuara, dan Integritas Pers
Gedung Sekolah Direvitalisasi, SDN 05 Pekayon dan SMPN 91 Jakarta Kini Lebih Nyaman untuk Belajar

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Akses Jalan yang Dinanti Warga Sibongkaras Mulai Terbuka, Ini Progres TMMD ke-130

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Pantang Berhenti Sebelum Tuntas, Satgas TMMD ke-130 Genjot Pembukaan Jalan Sibongkaras

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:08 WIB

Di Balik Deru Alat Berat, Satgas TMMD ke-130 Berjuang Membuka Akses Sibongkaras

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Rumah Paian Berutu Dipermak Satgas TMMD ke-130 Kodim 0206/Dairi, Progres Pembangunan Capai 70 Persen

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Rumah Nenek Rukun Berutu Kini Berubah, Satgas TMMD ke-130 Wujudkan Harapan Hunian Layak

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Rumah Nenek Rukun Berutu Kini Berubah, Satgas TMMD ke-130 Wujudkan Harapan Hunian Layak

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Dari Apel Pagi Menuju Sibongkaras, Satgas TMMD ke-130 Mantapkan Kesiapan Membangun Desa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:23 WIB

Rumahnya Mulai Dibongkar, Ibu Temsi Berutu Bersyukur atas Kepedulian Satgas TMMD Ke-130

Berita Terbaru