Indonesia Darurat Intoleransi, PNIB Desak Menhan, Mensos dan Menham Segera Tetapkan 16 November sebagai Hari Toleransi Nasional

REDAKSI NASIONAL DETIK

- Redaksi

Rabu, 23 September 2026 - 02:39 WIB

5014 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, – NasionalDetik.Com –
Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) melalui Ketua Umumnya, Abdur Rozaq Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal), mendesak pemerintah untuk segera menetapkan 16 November sebagai Hari Toleransi Nasional. Menurut PNIB, kondisi bangsa Indonesia tercinta saat ini telah memasuki fase darurat intoleransi dan krisis multidimensi, ditandai dengan masih maraknya pelarangan ibadah, penolakan pendirian rumah ibadah, diskriminasi atas dasar agama dan keyakinan, hingga menguatnya paham radikalisme khilafah terorisme secara massive dengan berbagai pola penyebaranya yang menyasar generasi muda melalui media sosial dan game online yang mengancam persatuan nasional.Rabu,23/092026.

Gus Wal menegaskan bahwa penetapan Hari Toleransi Nasional bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk komitmen negara dalam memperkuat ideologi kebangsaan, menjaga keutuhan NKRI, serta memastikan seluruh warga negara memperoleh hak konstitusional untuk memeluk agama dan menjalankan ibadah sesuai keyakinannya, serta untuk berdoa dan mendirikan rumah ibadahnya yang diatur dan dilindungi oleh undang-undang.

“Indonesia sedang menghadapi darurat intoleransi yang berkelindan dengan berbagai persoalan multidimensi. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menggerus persatuan bangsa. Negara harus hadir secara nyata, bukan hanya melalui pernyataan, tetapi melalui kebijakan yang memperkuat toleransi sebagai karakter bangsa,” tegas Gus Wal.

PNIB secara khusus mendesak Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai untuk bersama-sama menginisiasi serta memperjuangkan penetapan 16 November sebagai Hari Toleransi Nasional. Menurut Gus Wal, pertahanan negara tidak hanya dibangun melalui kekuatan militer, tetapi juga melalui kokohnya persatuan masyarakat, sedangkan Kementerian Sosial memiliki peran strategis dalam membangun solidaritas sosial dan harmoni antarumat beragama, Kementrian HAM memiliki peran hak asasi manusia menjalankan ibadahnya sesuai agama yang dianutnya, papar Gus Wal.

“Pertahanan bangsa dimulai dari kokohnya persatuan rakyat. Tidak mungkin Indonesia kuat apabila masyarakat terus dipecah oleh intoleransi. Begitu pula pembangunan sosial tidak akan berhasil tanpa adanya rasa saling menghormati antarsesama warga bangsa,” ujarnya.

PNIB menilai kebebasan menjalankan ibadah merupakan hak konstitusional yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Oleh sebab itu, pemerintah memiliki kewajiban untuk memberikan perlindungan yang sama kepada seluruh warga negara tanpa membedakan agama, suku, ras, maupun golongan.

Menurut Gus Wal, penetapan Hari Toleransi Nasional 16 November akan menjadi pengingat kolektif bahwa keberagaman adalah kekuatan bangsa yang harus terus dijaga. Ia menekankan bahwa toleransi bukan sekadar slogan, melainkan jatidiri dan karakter bangsa Indonesia serta pondasi utama kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, terang Gus Wal.

“Indonesia didirikan di atas semangat Bhinneka Tunggal Ika. Jangan sampai intoleransi terus berkembang hingga mengancam masa depan bangsa. Kami mengajak seluruh elemen pemerintah untuk menjadikan 16 November sebagai Hari Toleransi Nasional agar menjadi simbol komitmen negara dalam menjaga persatuan, melindungi kebebasan beragama, dan mencegah berkembangnya intoleransi, radikalisme, premanisme, anarkisme serta terorisme di Indonesia,” pungkas Gus Wal.

Berita Terkait

Antoni Silaban: Kekompakan Keluarga Besar PPBJS Adalah Modal Utama Melahirkan Generasi Unggul di Perantauan
Ketua DPD IWO Indonesia Kabupaten Tangerang Sopiyan Ucapkan Selamat Hari Jadi ke-394, Usung Semangat Terus Bergerak Semakin Berdampak
Pemerintah Bahas Kelembagaan BRAN, Perjelas Peran dan Pembagian Kewenangan dalam Reforma Agraria
Patroli Jalan Kaki Kapolsek Kemayoran, Bukti Nyata Polisi Bersama Masyarakat Menjaga Kamtibmas
Tergerak untuk Menolong, Kapolsek Kemayoran Bantu Pengendara Korban Kecelakaan Tunggal
Pengurus DPP GMPD Resmi Dilantik, Dr. Drs. Amran, MT Semangati Pengurus dan Tekankan Beberapa Poin Penting
Kapolda Metro Jaya Tampung Aspirasi Insan Pers dan Influencer, Siapkan Saluran Pengaduan WhatsApp
Surat Cinta Untuk Sadar 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Akses Jalan yang Dinanti Warga Sibongkaras Mulai Terbuka, Ini Progres TMMD ke-130

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Pantang Berhenti Sebelum Tuntas, Satgas TMMD ke-130 Genjot Pembukaan Jalan Sibongkaras

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:08 WIB

Di Balik Deru Alat Berat, Satgas TMMD ke-130 Berjuang Membuka Akses Sibongkaras

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Rumah Paian Berutu Dipermak Satgas TMMD ke-130 Kodim 0206/Dairi, Progres Pembangunan Capai 70 Persen

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Rumah Nenek Rukun Berutu Kini Berubah, Satgas TMMD ke-130 Wujudkan Harapan Hunian Layak

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Rumah Nenek Rukun Berutu Kini Berubah, Satgas TMMD ke-130 Wujudkan Harapan Hunian Layak

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Dari Apel Pagi Menuju Sibongkaras, Satgas TMMD ke-130 Mantapkan Kesiapan Membangun Desa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:23 WIB

Rumahnya Mulai Dibongkar, Ibu Temsi Berutu Bersyukur atas Kepedulian Satgas TMMD Ke-130

Berita Terbaru