MEDAN —
Di tengah masifnya kegiatan Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) mahasiswa Keperawatan Universitas Imelda Medan di Lingkungan VII/Blok 6, Perumnas Helvetia, terukir sebuah kisah perjuangan hidup dan kasih sayang keluarga yang mendalam.
Kisah ini datang dari kediaman almarhum Bapak Agus Permianto bin Subagyo di Jalan Melati 4, Blok 6 Helvetia, Medan.
Dalam aksi door-to-door beberapa hari kemarin, mahasiswi keperawatan Helly Puspa Yanti sempat mendatangi rumah warga dan melakukan pemeriksaan tekanan darah serta konsultasi kesehatan bagi almarhum Agus Permianto.
Pria berusia 59 tahun tersebut diketahui telah bertahun-tahun berjuang melawan penyakit stroke yang bermula dari tingginya tekanan darah (hipertensi).
Dari sesi pemeriksaan dan konsultasi kesehatan yang dilakukan Helly, terpancar keteladanan dan besarnya daya juang ayah dari Raisha dan Ahmad Putranto ini untuk bisa sembuh.
Ketabahan almarhum juga tak lepas dari pendampingan tanpa lelah sang istri, Ibu Paulina Br Panjaitan, bersama kedua anaknya yang terus mengupayakan berbagai jalur pengobatan demi memulihkan kesehatan kepala keluarga tercinta.
Namun, takdir berkata lain. Ketika gema azan subuh berkumandang pada Jumat (25/9/2026), almarhum Agus Permianto menghembuskan napas terakhirnya dengan tenang di pangkuan Ibu Paulina dan putranya, Ahmad Putranto, setelah sempat melafalkan kalimat tauhid Laa ilaaha illallah.

“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.” Kepergian almarhum yang dikenal sosok yang baik dan ramah tersebut menyisakan duka mendalam, tidak hanya bagi pihak keluarga dan warga Blok 6, tetapi juga bagi para mahasiswa Universitas Imelda yang sedang menjalankan tugas PBL di lingkungan tersebut.
Pentingnya Pengendalian Hipertensi Sebagai Langkah Preventif Stroke
Perjuangan almarhum Agus Permianto menjadi pengingat penting akan bahaya laten hipertensi yang sering kali tidak bergejala (silent killer), namun dapat memicu komplikasi fatal seperti stroke.
Pengalaman berharga saat mendampingi keluarga almarhum menegaskan pentingnya edukasi kesehatan dan deteksi dini yang terus digencarkan oleh mahasiswa Universitas Imelda selama PBL.
Pengendalian tekanan darah melalui pemeriksaan rutin, pembatasan asupan natrium (garam), pengelolaan stres, serta kepatuhan konsumsi obat sesuai anjuran medis merupakan pilar utama dalam mencegah serangan stroke maupun serangan berulang.
Segenap civitas akademika dan tim mahasiswa PBL Universitas Imelda Medan turut menyampaikan duka cita yang mendalam atas kepulangan almarhum Bapak Agus Permianto bin Subagyo. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu ‘anhu.
Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan serta keikhlasan.(AVID)





































