Nasionaldetik.com – Lampung Selatan – Kemarau panjang mulai berdampak terhadap aktivitas pertanian warga di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan. Keterbatasan air membuat petani kesulitan menentukan waktu tanam dan panen secara serentak.
Kondisi tersebut mendorong Babinsa Koramil 421-03/Penengahan, Sertu Sudarwanto, bersama petani melakukan pengecekan ketersediaan air di areal persawahan Desa Pasuruan, Kamis (1/10/2026).
Pengecekan dilakukan untuk melihat kondisi sumber air sekaligus memastikan saluran yang menuju lahan persawahan tetap berfungsi dengan baik.
Sertu Sudarwanto mengatakan, sebagian besar persawahan masyarakat di wilayah tersebut merupakan sawah tadah hujan. Karena itu, aktivitas pertanian sangat bergantung pada ketersediaan air dan kondisi cuaca.
“Musim kemarau tahun ini cukup berpengaruh dan berdampak bagi petani. Musim tanam dan musim panen tidak bisa dilaksanakan secara serentak karena ketersediaan air untuk distribusi ke sawah masih terbatas,” ujar Sertu Sudarwanto.
Sementara itu, Gofar, warga Desa Pasuruan, mengatakan petani masih kesulitan untuk kembali melakukan pengolahan lahan dan penanaman apabila musim hujan belum tiba.
“Untuk musim tanam mendatang bagi kami para petani masih sulit dilakukan sampai tiba musim hujan. Setelah air tersedia, kami baru bisa melakukan olah lahan dan tanam,” kata Gofar.
Di tengah kondisi tersebut, Babinsa bersama masyarakat tidak hanya mengecek ketersediaan air, tetapi juga membersihkan saluran-saluran air dan sungai di sekitar persawahan.
Pembersihan dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim penghujan. Saluran air yang bersih diharapkan dapat memperlancar aliran air menuju area persawahan ketika hujan mulai turun.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendampingan Babinsa kepada masyarakat, khususnya petani, sekaligus upaya bersama menjaga saluran irigasi agar dapat dimanfaatkan secara optimal saat memasuki musim penghujan.





































