Batanghari – Tarif iuran sampah sebulan Rp10.000 (atau kelipatannya) seharusnya menjamin lingkungan yang bersih, namun masalah penumpukan sampah sering kali terjadi akibat pengelolaan yang buruk dari hulu ke hilir.

sampah menumpuk dapat menimbulkan bau tak sedap dan sering diacak-acak oleh hewan (seperti kucing atau anjing liar). tidak adanya Tempat pembuangan sampah seperti tong sampah dan lainnya.
Namun warga sekitar masih kurangnya kesadaran Bersama.Sebagian warga atau pelintas jalan mungkin masih membuang sampah sembarangan di luar titik pengumpulan resmi
Seperti di depan gedung pemuda , samping rumah dinas bupati dan belakang pasar keramat tinggi kecamatan muara Bulian,kabupaten Batanghari hari ,Jambi .sampah masih banyak bertumpuk.
Tentu sangat menjengkelkan ketika tugas pengelolaan sampah terbengkalai dan tumpukan sampah justru semakin menumpuk. Kelalaian ini tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga bisa menimbulkan bau menyengat dan menjadi sarang penyakit.
Aryo pengguna jalan mengatakan,”saya setiap hari melintas namun selalu ada titik sampah yang berserakan atau yang belum di angkat.dan sampah tersebut bikin merusak pemandangan yang mengguna jalan.
Di mana tempat penumpukan sampah tersebut ruang terbuka publik , kerap dijadikan tempat bersantai dan berolah raga oleh masyarakat sekitar.,” terang aryo
Awak media mencoba konfirmasi ke dinas lingkungan hidup DLH kabupaten Batanghari terkait sampah berserakan namun berita ini di terbitkan belum ada keterangan resmi.





































