Stabat- Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Medan melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka silaturahmi dan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Langkat di Kantor Bupati Langkat, Kamis (8/10). Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Bapas Kelas I Medan, Kriston Napitupulu, tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi terkait pembimbingan dan pengawasan Klien Pemasyarakatan di wilayah Kabupaten Langkat.
Dalam audiensi tersebut, Bapas Kelas I Medan menyampaikan pentingnya dukungan Pemerintah Kabupaten Langkat dalam pelaksanaan sosialisasi Kelompok Layanan Bimbingan Integrasi (Kelayan Binter) serta program pembimbingan kepribadian dan kemandirian bagi Klien Pemasyarakatan. Saat ini, terdapat lebih dari 300 Klien Pemasyarakatan asal Kabupaten Langkat yang menjalani pembimbingan di Bapas Kelas I Medan, baik Klien Dewasa, Klien Anak, maupun Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH).
Selain membahas mekanisme pembimbingan dan pengawasan bagi Klien yang menjalani program Pembebasan Bersyarat (PB), Cuti Bersyarat (CB), Cuti Menjelang Bebas (CMB), dan Pidana Kerja Sosial (PKS), turut dibahas peran Pemerintah Kabupaten Langkat dalam mendukung proses reintegrasi sosial melalui akses pendidikan, layanan kesehatan, serta peluang kerja bagi Klien maupun mantan Klien Pemasyarakatan.
Pemerintah Kabupaten Langkat yang diwakili Plt. Bupati Langkat, Tiorita Br Surbakti, S.H., menyambut baik pelaksanaan audiensi tersebut dan menyatakan kesiapan untuk mendukung program pembimbingan dan reintegrasi sosial. Sebagai tindak lanjut, Bapas Kelas I Medan bersama Pemerintah Kabupaten Langkat sepakat merencanakan penyusunan nota kesepahaman (MoU) terkait pembimbingan dan pemberdayaan Klien serta mantan Klien Pemasyarakatan.
Kriston Napitupulu menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembimbingan yang humanis dan berkelanjutan. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah dan berbagai pihak diperlukan untuk memberikan kesempatan kepada Klien Pemasyarakatan agar dapat kembali berperan secara positif di tengah masyarakat sekaligus mencegah terjadinya residivisme.(AVID/rel)





































