Nasional detik.net,WANOME, LANNY JAYA – Pemerintah Desa Wanome, Distrik Yiluk, secara resmi memulai rangkaian program percepatan penurunan stunting untuk Tahun Anggaran 2026. Langkah ini diambil sebagai komitmen nyata mendukung program prioritas Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya dalam menciptakan generasi masa depan yang sehat dan produktif di Provinsi Papua Pegunungan.
Kepala Desa Wanome, Bau Kogoya, menyatakan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini dibiayai melalui pemanfaatan Dana Desa 2026. Program ini mencakup intervensi spesifik dan sensitif yang menyasar kelompok paling rentan serta garda terdepan kesehatan desa.
“Kami fokus pada pencegahan dari hulu ke hilir. Bukan hanya untuk balita secara tidak langsung melalui ibu hamil, tetapi juga menjaga ekosistem keluarga yang sehat melalui dukungan kepada lansia dan apresiasi bagi para kader kesehatan,” ujar Bau Kogoya dalam keterangan resminya di Wanome, Kamis (26/02/2026).
Dalam pelaksanaan tahun ini, Pemerintah Desa Wanome menetapkan tiga program unggulan:
* Peningkatan Gizi Ibu Hamil (Bumil): Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bergizi tinggi diberikan secara rutin untuk mencegah kekurangan gizi kronis dan anemia. Hal ini krusial guna memastikan bayi tidak lahir dengan kondisi stunting (pendek).
* Ketahanan Kesehatan Lansia: Desa Wanome memberikan perhatian khusus kepada kelompok Lanjut Usia melalui PMT. Tujuannya adalah menjaga fisik lansia dalam keluarga berisiko stunting agar tetap mampu memberikan pengasuhan dan mendukung lingkungan rumah tangga yang sehat.
* Apresiasi Kader Stunting: Sebagai bentuk dukungan operasional, pemerintah desa menyalurkan insentif bagi kader posyandu dan kesehatan. Kader memegang peran vital dalam pendataan, pemantauan pertumbuhan anak, edukasi gizi, hingga pelaporan data secara berkala.
Keberlanjutan Program
Melalui integrasi ketiga program tersebut, Pemerintah Desa Wanome berharap prevalensi stunting dapat ditekan secara signifikan dan berkelanjutan. Langkah ini diharapkan menjadi model bagi desa-desa lain di Distrik Yiluk dalam mengelola dana desa yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat.
“Harapan kami, tidak ada lagi anak-anak di Wanome yang tumbuh tidak optimal. Semua dimulai dari gizi ibu hamil yang baik dan pengawalan ketat dari para kader kami di lapangan,” tutup Bau Kogoya.





































