Gayo Lues – Satgas TMMD ke-130 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0113/Gayo Lues mulai merehab Masjid Baiturrahman Kampung Gajah, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues.
Pembangunan dan perbaikan berbagai fasilitas umum di Gayo Lues sudah terlihat nyata. Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Satuan Tugas (Satgas) TMMD dari Kodim 0113/Gayo Lues menunjukkan keseriusan mereka dalam memajukan desa.
Tidak hanya membangun jalan atau membangun RTLH, TMMD kali ini juga fokus memperkuat kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat. Salah satunya adalah merehab tempat wudhu dan masjid.
Program TMMD yang membantu memperbaiki Masjid Baiturrahman ini disambut baik oleh semua pihak, mulai dari pemerintah daerah sampai masyarakat Kampung Gajah itu sendiri. Sebagai bukti nyata warga setempat ikut bergotong-royong merehab masjid sekaligus tempat berwudhu tersebut.
Bapak Yusuf, Pengulu Kampung Gajah, mewakili warganya, menyampaikan rasa terima kasih yang sangat besar. Karena selama ini warganya menyisihkan sedikit demi sedikit dari penghasilannya berbulan-bulan untuk membangun masjid setahap demi setahap agar rumah ibadah itu terasa nyaman untuk digunakan.
“Terimakasih Bapak TNI yang telah memperhatikan desa kami tentunya jasa ini akan kami ingat selamanya,” ujar Bapak Yusuf.
Kami juga sangat mengapresiasi kegiatan TMMD ini. Kondisi masjid kami sudah cukup lama belum tersentuh bantuan. Dengan hadirnya program TMMD, sekarang Masjid Baiturrahman bisa mendapatkan bantuan renovasi, tambah Bapak Yusuf
Dansatgas TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Letkol Arm Frans Desiafan Eka Saputra, S.H melalui Wadansatgas Kapten Inf MHD Syafi’i Sirait, Selasa (27/10/26) mengatakan, rehab masjid dan tempat berwudhu ini adalah sasaran tambahan pada program TMMD ke-130 TA 2026 Kodim 0123/Gayo Lues.
“Renovasi masjid ini menjadi salah satu bentuk kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah sasaran TMMD. Perbaikan tersebut diharapkan dapat menciptakan tempat ibadah yang lebih nyaman dan layak, sekaligus mendukung aktivitas keagamaan warga setempat,” ujar Wadansatgas.
Wadansatgas juga mengatakan bahwa, pembangunan desa tidak hanya berkaitan dengan peningkatan akses jalan maupun perbaikan hunian warga. Perhatian terhadap fasilitas umum, termasuk sarana ibadah, juga menjadi bagian penting dalam mendukung kualitas kehidupan masyarakat. (*)




































